
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) UNG oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Selasa (18/8).
Peresmian ULD menjadi langkah strategis UNG dalam membangun lingkungan kampus yang semakin aksesibel dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan sivitas akademika, khususnya mahasiswa penyandang disabilitas.
Rektor UNG menyampaikan bahwa keberadaan ULD tidak hanya diarahkan sebagai unit layanan administratif, tetapi diharapkan berkembang menjadi pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus.
“Layanan disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” ungkap Rektor.
Menurutnya, keberadaan ULD merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memastikan seluruh mahasiswa memiliki hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi. ULD diharapkan dapat memberikan dukungan akademik, pendampingan, serta berbagai bentuk fasilitasi yang mendukung aksesibilitas mahasiswa penyandang disabilitas selama menjalani kehidupan akademik.
“Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tegasnya.
Keberadaan ULD sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman. Melalui layanan yang tersedia, UNG berupaya menciptakan lingkungan akademik yang memungkinkan setiap mahasiswa berpartisipasi secara optimal dalam proses pembelajaran maupun berbagai aktivitas kehidupan kampus.
Tidak hanya ditujukan bagi sivitas akademika UNG, layanan ULD juga terbuka bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, maupun dukungan terkait layanan disabilitas. Keterbukaan tersebut memperluas manfaat keberadaan ULD sekaligus memperkuat peran UNG dalam memberikan layanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Menurut Rektor, keterbukaan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen UNG untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan solusi dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Dengan hadirnya ULD, UNG diharapkan semakin mampu membangun lingkungan pendidikan yang ramah disabilitas, memberikan ruang yang setara bagi setiap individu untuk berkembang, serta memperluas akses terhadap layanan dan dukungan bagi penyandang disabilitas di lingkungan kampus maupun masyarakat Gorontalo.
Batas Akhir Upload Proposal Program Kreativitas Mahasiswa
Pukul : 08.00 Wita S.d Selesai
di Gedung UPT. PKM UNG
PKM GT (Gagasan Tertulis)
PKM AI (Artikel Ilmiah)
PKM GFK (Gagasan Futuristik Konstruktif)
Batas pemasukkan s/d 08 Januari 2019